Riksa Uji

Riksa Uji Thermography: Deteksi Dini Kerusakan Komponen Listrik Industri

Industri modern sangat mengandalkan sistem kelistrikan yang bekerja tanpa gangguan. Namun, panas berlebih yang tidak terlihat secara kasat mata sering kali menjadi penyebab awal kerusakan besar seperti korsleting, kebakaran, dan kerusakan alat produksi. Di sinilah peran riksa uji thermography menjadi sangat penting, sebagai salah satu metode inspeksi prediktif dalam dunia industri.

Apa Itu Riksa Uji Thermography?

Riksa uji thermography adalah metode pemeriksaan non-destruktif menggunakan kamera inframerah untuk mendeteksi perbedaan suhu pada peralatan listrik. Teknik ini memungkinkan teknisi untuk melihat anomali panas (hot spot) yang bisa menjadi indikator awal kerusakan komponen, seperti:

  • Koneksi kabel yang longgar

  • Overload arus listrik

  • Komponen isolasi yang aus

  • Kerusakan breaker atau fuse

Subjudul: Risiko Akibat Sistem Pendingin yang Tidak Diperiksa

  • Overheating Mesin Produksi

  • Peningkatan Konsumsi Energi

  • Kerusakan Produk Akibat Suhu Tidak Stabil

  • Kebakaran di Area Industri

Studi Kasus

Salah satu perusahaan kimia di Karawang menggunakan jasa riksa uji thermography tiap 6 bulan. Setelah penerapan program ini, mereka mencatat penurunan insiden kebakaran listrik hingga 90% dalam dua tahun terakhir.

Kesimpulan

Riksa uji thermography bukan hanya tentang mendeteksi panas, tapi tentang menjaga stabilitas operasional industri. Perusahaan yang serius ingin menurunkan risiko listrik dan meningkatkan keandalan sistem, wajib memasukkan thermography dalam agenda pemeliharaan berkala.

Scroll to Top