- admin
- July 29, 2025
- 6:09 am
- No Comments
Riksa Uji Alat Pengangkat & Penahan Beban: Menjaga Nyawa di Balik Tiap Angkatan

Alat pengangkat seperti crane, forklift, chain block, dan hoist adalah bagian tak terpisahkan dalam dunia industri. Namun, setiap kali alat ini digunakan, ada risiko besar yang mengintai: jatuhnya beban, tergulingnya alat, atau patahnya komponen struktur. Untuk itulah riksa uji alat pengangkat dan penahan beban wajib dilakukan secara ketat dan berkala.
Banyak kecelakaan kerja berat hingga kematian diakibatkan oleh alat angkat yang tak layak pakai namun tetap dioperasikan. Padahal, mayoritas kerusakan ini bisa dicegah dengan proses pengujian dan inspeksi yang tepat.
Komponen yang Harus Diperiksa dalam Riksa Uji
Struktur rangka & sambungan (welding inspection).
Rem dan sistem kendali angkat-turun.
Kabel seling, rantai, dan pulley.
Motor penggerak, gearbox, dan sistem kontrol.
Limit switch dan alarm beban berlebih.
Dokumen sertifikasi & riwayat perawatan.
Jenis Uji yang Dilakukan
Uji beban statis: Mengangkat beban 125% dari kapasitas nominal.
Uji beban dinamis: Mengangkat & memindahkan beban dalam kondisi operasi.
Pengujian non-destruktif (NDT): Untuk mendeteksi retakan mikro pada bagian kritis.
Simulasi pengoperasian darurat.
Studi Kasus
Sebuah pelabuhan logistik di Surabaya kehilangan aset miliaran rupiah akibat jatuhnya kontainer dari crane. Investigasi menemukan bahwa pengujian terakhir dilakukan lebih dari 2 tahun sebelumnya. Sejak kejadian itu, mereka menggandeng lembaga independen untuk melakukan riksa uji alat angkat setiap 6 bulan, dan hasilnya: 0 kecelakaan dalam 3 tahun terakhir.
Kesimpulan
Alat angkat bekerja dengan prinsip tumpuan dan gaya berat yang bila gagal, tak hanya merusak barang, tapi juga mengancam nyawa. Riksa uji bukan sekadar formalitas, melainkan tindakan menyelamatkan manusia dan memastikan alat bekerja dalam batas aman sesuai regulasi.