- admin
- August 4, 2025
- 2:19 am
- No Comments
Membangun Ketahanan Operasional Melalui Riksa Uji Alat Industri yang Konsisten dan Terstandarisasi

Di era industri modern, ketahanan operasional menjadi indikator penting dalam menjaga kelangsungan produksi dan keselamatan kerja. Salah satu elemen utama untuk mencapainya adalah melalui pelaksanaan Riksa Uji Alat Industri (DNP) secara konsisten dan sesuai standar. Kegiatan ini bukan hanya kewajiban hukum, melainkan bagian penting dari sistem manajemen risiko teknis dan keselamatan kerja.
Apa Itu Riksa Uji Alat Industri?
Riksa uji adalah proses pemeriksaan teknis dan pengujian alat industri oleh tenaga ahli bersertifikat guna memastikan bahwa alat tersebut laik operasi dan aman digunakan.
Dasar hukumnya adalah:
Permenaker No. 38 Tahun 2016 tentang Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Tenaga dan Produksi
PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3
Pentingnya Konsistensi dalam Pelaksanaan Riksa Uji
Mencegah Kerusakan Alat Mendadak
Pemeriksaan rutin mampu mendeteksi kerusakan dini sebelum menjadi masalah besar.Memastikan Kepatuhan Hukum
Pemerintah mewajibkan sertifikasi laik operasi untuk alat berat dan alat produksi.Mengurangi Downtime Produksi
Alat yang diuji secara berkala lebih jarang mengalami gangguan operasional.Meningkatkan Kredibilitas Industri
Sertifikat laik operasi dari PJK3 menunjukkan komitmen terhadap keselamatan dan mutu.
Alat yang Wajib Diuji dan Disertifikasi
Menurut Permenaker, berikut beberapa alat yang wajib diuji:
Bejana tekan (compressor, tanki udara)
Pesawat angkat dan angkut (crane, forklift, hoist)
Pesawat tenaga dan produksi (generator, boiler)
Instalasi listrik tegangan tinggi
Lihat daftar lengkapnya di Lampiran Permenaker 38/2016
Studi Kasus: Pabrik Manufaktur di Cikarang
PT Industri Baja Mandiri melakukan riksa uji alat tiap 6 bulan bekerja sama dengan PJK3 terakreditasi Kemnaker. Hasilnya:
Tidak ada kecelakaan alat kerja selama 2 tahun
Downtime produksi turun hingga 25%
Sertifikasi ISO 45001 lebih mudah diperoleh
Kesimpulan
Pelaksanaan riksa uji alat yang konsisten dan terstandarisasi bukan hanya menekan risiko kecelakaan kerja, tapi juga membentuk ketahanan operasional jangka panjang. Perusahaan yang memprioritaskan pengujian alat akan meraih manfaat ganda: perlindungan tenaga kerja dan efisiensi bisnis.