Riksa Uji

Riksa Uji Conveyor Otomatis: Lindungi Proses Produksi dari Gangguan & Kecelakaan

Conveyor otomatis merupakan tulang punggung proses produksi modern di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, logistik, hingga makanan dan minuman. Namun di balik efisiensinya, conveyor menyimpan risiko bahaya seperti jepitan mekanis, overheat motor, dan potensi kerusakan sistem otomatisasi. Riksa uji berkala pada sistem conveyor adalah kunci untuk menjaga produktivitas sekaligus keselamatan kerja.

Potensi Bahaya Conveyor

  • Penjepitan tangan atau tubuh di antara rol

  • Korsleting motor penggerak

  • Sensor otomatisasi tidak akurat

  • Sabuk conveyor lepas atau aus

  • Overload karena beban melebihi kapasitas

Apa Saja yang Harus Diperiksa?

  • Motor dan sistem transmisi sabuk

  • Sensor beban dan sensor gerak otomatis

  • Sistem penghenti darurat (emergency stop)

  • Panel kontrol dan inverter

  • Struktur rangka dan dudukan sabuk

Regulasi yang Mewajibkan Pemeriksaan

Menurut Permenaker No. 38 Tahun 2016, setiap alat angkut mekanis termasuk conveyor wajib dilakukan riksa uji oleh ahli K3 dan mendapatkan sertifikat laik operasi. Pemeriksaan ini juga termasuk pengecekan dokumentasi dan pengujian performa alat saat kondisi beban maksimum.

Studi Kasus

Di sebuah industri otomotif di Karawang, conveyor utama pernah berhenti mendadak selama 3 jam karena relay panel terbakar. Ternyata, relay tersebut sudah aus dan tidak pernah dicek selama lebih dari 2 tahun. Sejak perusahaan menerapkan program riksa uji conveyor setiap 6 bulan, efisiensi produksi meningkat hingga 12%.

Kesimpulan

Riksa uji conveyor otomatis merupakan investasi penting dalam industri modern. Pemeriksaan yang berkala mampu mencegah downtime mahal, kecelakaan kerja, dan memastikan sistem otomasi berjalan akurat sesuai fungsi.

Scroll to Top